Tuesday, February 2, 2010

Syukurilah anugerah kekuasaan, dan sabarilah ujian hidup kita

Kalau ada orang yang membuka aib dan kesalahan kita, pada hakekatnya hal itu terbongkar (ke publik) atas izin Allah, bukan berarti "bola liar" yang menggelinding karena kebetulan semata. Hal itu sebagai ujian dan teguran bagi kita agar berhati-hati dalam melangkah ke masadepan. Jadi, untuk apa sibuk membela-diri dengan melakukan reaksi-balik, lantas menyatakan bahwa diri kita "suci" sedangkan yang menuduh itu adalah "kotor", yang tentu akan menjurus kepada kezaliman dan kesewenangan. Padahal tidak ada manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan di muka bumi ini, kecuali bila Allah Yang membersihkannya. Karena itu berlindunglah selalu hanya pada Allah, sucikan Dia, dan jangan merekayasa dua agenda yang berlawanan antara kebaikan dan kejahatan; antara wirid dan zikir (di satu sisi) tapi menyelenggarakan ketidakadilan (di sisi lain). Kalaupun perlu ada siasat dan strategi, maka lakukanlah demi perbaikan dan kesejahteraan rakyat banyak. Jangan "berklenak-klenik" (dari bahasa Jawa yang artinya: berbisik-bisik main belakang) untuk kepentingan elit dan kroni-kroni semata, yang ujung-ujungnya kembali melestarikan warisan lama dengan menyelenggarakan kekuasaan yang zalim. Syukurilah nikmat kemuliaan (kekuasaan) yang dianugerahkan, jangan diingkari dengan melakukan hal-hal yang tak disukai Allah (kesyirikan). Sungguh hanya Allah Yang sanggup merahasiakan dan menghapus (dalam sejarah) segala aib dan kesalahan manusia, dan hanya Dia Yang berkuasa membolak-balik hati manusia seluruhnya... hanya Dia Yang layak kita puji dan kita agungkan... (Muhamad Thorik)

No comments:

Post a Comment