Wednesday, January 6, 2010

Pernyataan aneh seorang anggota DPR

Kemarin saya menonton berita di liputan6 siang di SCTV. Ada satu yang membuat saya tergelitik ketika satu berita mengenai tarif dasar listrik. Saya sudah mencari video tersebut di di http://www.liputan6.com, tetapi saya tidak menemukan video tersebut.
Bedanya, di berita yang saya tonton di TV tersebut ada perdebeatan di dalam fraksi di DPR yang membicarakan apakah Tarif Dasar Listrik layak diturunkan atau tidak. Padahal Presiden sendiri sudah menghimbau PLN untuk menurunkan TDL.
Pada video tersebut seorang anggota DPR yang tidak menyetujui untuk TDl diturunkan. Saya masih ingat betul apa yang dia ucapkan, tetapi kurang ingat pastinya bagaimana, tetapi intinya seperti berikut.
Saya tidak setuju TDL diturunkan, karena TDL untuk rumah tangga sudah cukup murah. TDl untuk rumah tangga murah, tetapi TDL untuk industri mahal. Bisa hancur ekonomi Indonesia kalau begitu, sebaiknya TDL rumah tangga itu mahal, TDL industri itu murah.
Pernyataan tersebut bagi saya benar, KALAU INDONESIA itu negara dengan ekonomi liberal atau kapitalis. Sebagai anggota DPR kok tidak ingat UUD 1945 sih?

BAB XIV
KESEJAHTERAAN SOSIAL

Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Rumah tangga itu adalah rakyat. Ayat 3 ini padahal sudah jelas untuk dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat. RAKYAT, bukan INDUSTRI. Tidak salah koq si bapak berpikiran untuk menurnkan TDL untuk industri, saya juga stuju karena itu juga salah satu cara untuk menarik investor. Tetapi sebaiknya jangan sampai mengucapkan SEHARUSNYA LISTRI RUMAH TANGGA DIBUAT JADI MAHAL. Pemikiran macam apa itu?
Mau jadi anggota DPR?
PAHAMI DULU NEGARA ANDA!!!!

No comments:

Post a Comment