Thursday, January 28, 2010

Merumuskan Masa Depan Ke Arah Yang Lebih Baik


Ketika jiwa-jiwa semakin terbuka dan menyadari aib dan kesalahannya, maka cobaan dan ujian menimpa manusia secara merata di mana-mana, serta sebagian “rizki-rizki” manusia diambil dan ditarik kembali oleh Sang Pemberinya. Pada saat itu beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dengan meninggalkan hal-hal yang tak berguna dan mempertahankan hal-hal yang berguna, yang akan membuatnya melangkah ke masadepen dengan kekuatan ketakwaannya, serta anugerah hidayah dan rizki yang tiada putus-putusnya.

Dan celakalah orang-orang yang tetap mempertahankan hal-hal yang tak berguna, dan malah mengembangkannya, yang akan membuatnya terjauh dari hidayah dan rizki yang baik dan berkah, hingga tak dapat membahagiakan hidupnya di masadepan. Karena itu tidaklah layak bagi seorang pemimpin bangsa yang menguras tenaga dan pikiran, energi dan biaya, namun hanya dihambur-hamburkan untuk membeli dan membangun “alat transportasi” yang terecepat, tercanggih dan termahal, guna bertamasya hijrah ke dunia Paris, Tokyo ataupun New York, sementara ia tidak sempat merumuskan agenda terbaik setelah mencapai Kota paris itu, lantas mau apa? Karena sesungguhnya kemajuan dan kedamaian suatu bangsa bukanlah seperti apa yang diprediksi pakar-pakar Barat tentang indahnya penciptaan “sorga dunia” di pulau tepencil atau planet-planet luar angkasa, akan tetapi solusi terbaik yang dapat menyelesaikan masalah kemanusiaan di manapun dan kapanpun, adalah ketika kita berhasil menghijrahkan diri kita dari dunia kesesatan kepada petunjuk dan hidayah Allah, dari jahat menjadi baik, dari maksiat menjadi soleh, dari sombong ke rendah-hati, dari kufur ke syukur, dari dosa ke tobat, dan dari musyrik ke muslim…

1 comment: